is in the house

Dua Anak Elang Menunggu Induk

Dua Anak Elang Menunggu Induk

Galuh : Di atas sebuah pohon terdapat sarang burung elang. Ada burung elang kecil sedang menunggu induk yang pergi mencari makan. Nama anak burungnya siapa?

Daya : Hmm… Popo

Galuh : Oke, Popo. Popo tidak sendirian, ia bersama saudaranya yang bernama… Pipi! Namanya Pipi. Menunggu, adalah kegiatan yang membosankan, karena itu Popo beryanyi. Sembari menunggu Ibu, ia bersenandung melatih pita-pita suaranya.

Daya : Bersenandung itu apa?

Galuh : Bernyanyi santai. Popo bernyanyi, pikirnya, siapa tahu pohon-pohon ingin mendengarkan suaranya yang merdu. Atau binatang-binatang lain di hutan sekitar terhibur dengan nyanyiannya. Saudaranya, si Pipi, juga mengeluarkan suara. Tapi berupa omelan.

Daya : Hahahahahahhaha…

Galuh : Omelan dan keluhan panjang tak henti-henti. Juga karena bosan menunggu induknya yang belum pulang membawa makanan.

Pipi  : skjd;ahfliudshfjdb.klnz/lkdfhasdgfjhdsberg;MNDBSJHB.KFD/LKOJHHkldo;ihb.aeklr/

Daya : Aku jadi Popo, yaaa.

Galuh : Kayaknya kamu lebih cocok jadi Pipi, deh.

Daya : Iiiihhh, Ibu! Aku bagusnya jadi Popo.

Galuh : Lalu yang jadi Pipi siapa?

Daya : *mendelik* I-bu.

Galuh : Iiissshh… *gelitikin Daya*

Daya : Hahahahahhaha… Ibu aja yang jadi Pipi, kan Ibu suka ngomel-ngomel.

Galuh : Daya juga suka ngomel ih.

Daya : Tapi aku pengennya jadi Popo, jadi burung yang bagus.

Galuh : Ya udah oke kamu jadi Popo. Lanjut yaaa. Si Popo kebisingan nih mendengar gerundelan saudaranya, si Pipi.

Daya : Gerundelan itu apa?

Galuh : Suara-suara gak jelas. Popo pun mengambil headset menutup telinga dan lanjut bernyanyi.

Daya : Hahahahahhahaa… masa anak elang punya headset?!

Galuh : Iya, ceritanya begitulah. Anggap aja mereka punya headset. Nah, dari kejauhan seekor burung kutilang mendengar keramaian dua anak burung elang kecil tersebut. Burung kutilang itu bernama Kiki. Kiki mendengar dua suara berbeda dari sarang elang, yang satu merdu, yang satunya lagi kacau. Burung kutilang itu pun menghampiri sarang elang.

Kiki : Haaiii, burung elang kecil.

Galuh : Popo kaget tiba-tiba ada burung kutilang menghampiri, ia melepas headset-nya.

Pipi : dsakjfldihufodskF:ke;oifhkeyugfchjsdbkcnslkhdfywegfkuyuehPR;oWE}4r[po24

Kiki : Nama kamu siapa?

Popo : Namaku Popo.

Pipi : dsskjbfkjahsd/fo;kwe{fro4i’w90ruy3468ot4’/3p0fop]NSDBMSHFKUHFHSBKJJ

Kiki : Namaku Kiki, itu saudaramu namanya siapa?

Popo : Namanya Pipi.

Kiki : Oh, hai Popo dan Pipi.

Pipi : nbfkhjsdgkuverhlifgjaer;pfiow’-4r09 23yt7rygwhfj,sdhjhsHMdvs,jcsdkljv.

Kiki : Suaramu merdu sekali, Popo. Saudaramu Pipi lagi ngapain sih?

Popo : Terima kasih. Oh, dia sedang berkeluh kesah. Biarkan saja. Kami di sini berdua-dua tak boleh pergi kemana-mana, sedang menunggu Ibu mencari makan. Sudah lapar sekali dan bosan menunggu. Pipi tidak sabar karena Ibu sudah lama pergi. Aku juga bosan, tapi aku bernyanyi saja, siapa tahu ada yang senang mendengarkan suaraku di hutan ini.

Pipi : hbfkjzhfli,aejrli47yir673498r9;OUHWJEGD,NSBSCKNKYFGRIDJLKJjd

Kiki : Ya memang sih menunggu itu pekerjaan yang membosankan. Terima kasih sudah bernyanyi untuk hutan ini, Popo. Kenapa memakai headset?

Popo : Karena aku kesal mendengarkan Pipi. Sementara aku belum bisa terbang, sayapku belum terlatih, tak bisa pergi menjauh dari Pipi.

Kiki : Omelannya memang menyebalkan dan membuat bising. Tapi daripada kau tak acuh dan menutup telinga dengan headset, bagaimana kalau Pipi diajak bernyanyi juga?

Popo : Tapi suara Pipi tidak bagus, coba saja kau dengarkan dia.

Kiki : Ajari saja. Mungkin dia tidak tahu caranya bernyanyi. Kalau yang menyanyi kalian berdua pasti hutan ini tambah asyik.

Popo : Ah benar juga ya. Hey! Pipi, hey!

Pipi : Yaaaaaa… ndf,mznd,jfbjdbgvjfdbjvnfdmvjhfdb,jvdbh,jbdf,vbdf,jvb,kjf

Popo : Pipi, kita nyanyi yuk.

Pipi : Apa?

Popo : Ayo kita nyanyi.

Pipi : Nyanyi apa?

Popo : Iya, nyanyi apa ya?

Kiki : Kalian sudah pernah lihat pelangi belum? Coba nyanyi lagu pelangi.

Popo : Aku belum pernah lihat pelangi, sih. Tapi Ibu pernah menyanyikan lagu itu untuk kami.

Kiki : Nah, coba ajak Pipi nyanyi lagu itu.

Popo : Ayo Pipi, kita nyanyi lagu Pelangi sambil menunggu Ibu. Ikuti aku, ya. Pelangi, Pelangi…

Pipi : Pelangi, Pelangi…

Popo : Alangkah indahmu…

Pipi : Alangkah indahmu…

Popo : Merah, kuning, hijau…

Pipi : Merah, kuning, hijau…

Popo : Di langit yang biru.

Pipi : Di langit yang biru.

Popo : Pelukismu agung.

Pipi : Pelukismu agung.

Popo : Siapa gerangan?

Pipi : Siapa gerangan?

Popo : Pelangi, Pelangi, ciptaan tuhan…

Pipi : Pelangi, Pelangi, ciptaan tuhan. Eh Popo, tuhan itu siapa?

Galuh : Kemudian dari kejauhan elang besar datang menuju sarang Popo dan Pipi. Ibu mereka datang membawa makanan yang ditunggu-tunggu.
Daya pun tertidur.

 

 

Diceritakan awal April 2018
Gambar: colouring book “Dream”

 

 

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *