a blog by Galuh

a blog by Galuh

Digi Mum Survey 2018 – Asian Parent Id

Digi Mum Survey 2018 – Asian Parent Id

Enam tahun lalu setelah melahirkan si sulung, saya bergulat dengan aktifitas menyusui. Mastitis di bulan pertama saya pikir nelangsanya sudah yang paling puncak. Eh masuk bulan kedua, bayiku mulai muntah-muntah. Bukan gumoh seperti bayi pada umumnya, tapi ASI yang sudah ditelan keluar lagi. Nyembur, byur! Seorang ibu bisa jadi casing-nya terlihat tenang dan kalem, tapi percayalah sesungguhnya ia sedang menata-nata kegelisahan yang dirasakan. Saya memperbaiki posisi menyusui, tritmen setelah menyusui diperlama tegaknya. Tapi muntahnya gak kunjung berkurang.

Peristiwa muntahnya Daya belum ditangani serius sampai dia masuk bulan ketiga, muntahnya makin menjadi. Dalam sekali muntah bisa sampai lima kali byur dan keluar cairan asam lambung berwarna kuning. Saya kemudian berusaha mencari dokter yang lebih baik, agar tidak membuang waktu dengan sembarang ke dokter anak yang testimoninya (rekam jejaknya) gak bisa saya telusuri. Sebelumnya Daya sudah sempat kami bawa ke dua dokter anak tapi bisa dibilang saya gak dapat apa-apa. Yang satu rada meremehkan peristiwa muntahnya, yang kedua malah ngasih obat yang lalu gak saya tebus.

Saya ingat menelusuri Twitter dengan kata kunci tertentu dengan harap-harap yang tak tentu. Ya dicoba sajalah. Saat itu saya pikir, kalau seorang dokter terdeteksi di internet, pasti dituliskan oleh pasien yang benar-benar puas dengan konsultasinya. Puas dengan satu dokter adalah satu hal, mau repot-repot menuliskan testimoninya di internet berarti puas betul. Setelah ngecek dokter, saya cek di rumah sakit mana ia praktek. Karena rumah sakit yang berintegritas dapat memberikan rasa aman buat pasien.

Dr. Frecillia Regina & Daya

Melalui Twitter saya menemukan Dr. Frecilia Regina. Beliau tidak hanya melakukan diagnosa secara runtut tapi juga mau berpanjang lebar menjelaskan, mengedukasi kami sebagai orangtua. Dan buat kami yang selalu butuh penjelasan, metode beliau cocok dengan kami. Beliau gak semerta-merta memberi vonis, tapi mengajak kami orangtuanya juga mencari tahu. Singkat kata, muntahnya Daya tersebab oleh GERD yang dipicu oleh alergi. Alergi asupanku, yakni dairy product.

Gara-gara muntahnya itu, Daya ga bertambah berat badan dari bulan kedua ke ketiga. Dia divonis gagal tumbuh karena dalam sebulan memang gak nambah berat badannya. Setelah stop minum susu, berhenti makan roti, kue-kue, segala yang mengandung mentega dkk barulah ASI yang disedot Daya dapat diserap tubuhnya.

Hasil Survey Digital Asian Parent Indonesia 2018

Dari pengalaman tersebut, saya kian mengandalkan internet untuk mendapatkan informasi mengenai dokter, sekolah, masukan tentang kesehatan anak, pendidikan, menjadi orangtua bahkan mengelola rumah tangga. Suami tentu terlibat dalam proses olah persoalan, namun sebagian besar sayalah yang menjadi pengambil keputusan mengenai banyak aspek di dalam rumah, pengetuk palu sekaligus mengeksekusi. Tidak berlebihan jika disebut bahwa Ibu merupakan Chief Household Officer oleh Asian Parent ID, 99% Ibu merupakan pengambil keputusan dalam rumah. Dan 98% keputusan yang dibuat berdasarkan rekomendasi yang didapat melalui internet.

Dari mana angka-angka tersebut berasal? The Asian Parent Indonesia melakukan riset pada 1000 Ibu digital Indonesia yang tersebar di kota-kota Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta, Medan dan Bandung. Riset ini memaparkan kecenderungan aktifitas berinternet, penggunaan media sosial dan kebiasaan belanja rumah tangga.

Membaca hasil survey tersebut, tak satu pun saya pungkiri. Bisa dibilang 100% akurat. Memang demikianlah realitas Ibu di kota besar yang melek gadget. Saya mencari bantuan untuk Mastitis melalui internet, mencari dokter juga dari internet. Internet saya gunakan pada saat-saat genting, juga pada waktu-waktu normal.

Kecenderungan atau tren tersebut merupakan pembacaan pada tahun 2018. Ini adalah survey kedua yang dilakukan Asian Parent Indonesia. Survey pertama dilakukan pada 2017. Lalu bagaimana gambarannya di tahun 2019? Adakah kecenderungan yang berubah? Dan apa yang menyebabkannya? Sambil menunggu hasil survey Asian Parent Indonesia 2019, mungkin kita dapat mulai mengamati perilaku kita berinternet tahun ini ?

Putri Fitria, Sumati Nagrath, Petty Lubis, Titi Akmar, dari Asian Parent ID

 

 

 

Photo credit: The Asian Parent Indonesia



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *